Puisi untuk Arin
Selamat datang cinta
Tangismu pecah menyapa semesta
Sementara ku hanya bisa gelisa
Memeluk rindu yang kian mengiris rasa
Inilah realita pertama yang jumpa
Satu itu tak selalu bersama
Dunia terlalu kejam untuk dijaja
Cinta tak selalu berdiri searah
Pecahkan tangisanmu
Selagi tangisan itu masih menjadi rindu
Kelak kau kan mengerti
Tangis dan tawa akan sili berganti
Tangisan perdanamu telah kau lantunkan
Disambut syukur katanya itu sehat
Senyummu kini masih dinanti
Sebagai tanda engkau mulai mengerti
Inilah kehidupan manusia
Penuh cinta dan beribu rasa
Jangan larut di dalam rasa
Sebab ada asa yang hendak raba
Tumbuhlah dan menjadi pandai
Pendai bertutur dan pandai merasa
Dan jika mungkin pandailah bernyanyi
Sebagai bumbu penyedap rasa
Dunia ini kejam di kepala dan tangan orang kejam
Penuh cinta di kepala dan bibir para pujangga
Penuh misteri bagi orang yang tak berpengharapan
Penuh hikmat di tangan jiwa-jiwa yang arif
Pilihlah jalanmu
Menagislah hanya ketika kau harus menangis
Tertawalah ketika kau memang pantas tertawa
Berjuanglah, itu sebuah keharusan.
Kaimana, 23 Februari 2020

Komentar
Posting Komentar