Kekacauan Adalah Buah Ketidakjujuran


Dalam sebuah kerajaan yang kaya raya, seorang raja yang baik dan mengasihi rakyatnya diagungkan dan dipuja-puja. Ada sebuah kebijakan dari sang raja yang cukup menyenangkan hati rakyatnya yakni membagi-bagikan beras 1 karung kepada setiap warga setiap bulannya. Disaat yang bersamaan, sebuah kebijakan lain pun dimunculkan, membagi-bagikan uang kepada setiap kepala keluarga 1 juta setiap bulannya untuk biaya kebutuhan lain. Rakyat pun semakin senang dan sang raja semakin dipuja-puja dan diagungkan. Lalu muncul kebijakan ketiga, kebijakan kedua yang akan membagi-bagikan uang sebanyak 1 juta kepada untuk 1 kepala keluarga ternyata dalam prakteknya mendapat potongan dari 1 juta menjadi 8 ratus ribu. Rakyat lalu melakukan protes, merasa haknya dikebiri dan situasi menjadi kacau.

Sang raja lalu berdiri dari singgasananya menemui rakyatnya lalu berkata. Aku mengasihi mu wahai rakyatku. Aku telah memberimu beras cuma-cuma setiap bulannya, lalu ku berikan lagi sejumlah uang untuk membiayai kebutuhan-kebutuhan lain. Sesungguhnya kebijakan ketiga adalah strategi untuk mempertahankan kebijakan yang pertama dengan sedikit memgorbankan kebijakan kedua. Bahwa kita tidak punya stok beras yang banyak, maka kita harus membeli beras dari luar kerajaan agar seluruh rakyatku yang ku cintai tetap mendapat beras setiap bulan.

Pesannya:
1. Kekacauan adalah buah dari ketidakjujuran
2. Kebijakan yang baik ketika tidak dilakukan dengan baik bisa jadi berujuang kekacauan
3. Dalam kehidupan berkelompok setiap kebijakan selalu memiliki keterikatan satu sama lain.
4. Mencari kebenaran adalah wajib, maka carilah sampai kamu menemukan jawabannya
5. Kearifan raja adalah kemakmuran rakyat.

Kaimana, 13 Februari 2020.

Komentar