Berburuh Senja di Kaimana

Pantai Kota Senja Kaimana
 
Mendekati 2 bulan di kota ini, sejak pertama kedatangan saya pada tanggal 11 Desember 2018 lalu. Saya tak banyak tahu tentang kota sunyi ini, yang saya tahu bahwa Kaimana itu salah satu Kabupaten di Papua Barat. Pertama datang saya hanya disapa dengan tulisan yang terbentang di depan bandara “Selamat datang di Bandara Utarum”, katanya. Dari bandara naik ojek menuju kantor Pamsimas III Kaimana, dimana saya akan mulai bekerja berdasarkan surat tugas tertanggal 10 Desember dari PT. Innerindo Consultant sebagai District Financial Management Assistant. Sekitar pukul 16 waktu setempat akhinya saya tiba di kantor pamsimas dan diterima langsung oleh District Coordinator selaku Pimpinan Pamsimas III di kota ini, Bapak Andika Jaya.

Diawal kedatangan, seorang kawan menyapa saya lewat pesan whatsapp massanger, selamat datang di Kota Senja bro katanya. Akhinya saya tahu julukan kota ini, Kota senja indah Kaimana, ada juga yang menyebut sebagai Kaimana kota senja. Setelah tahu keunikan dari kota ini yang katanya menawarkan senja yang indah di sore hari, saya berharap suatu hari bisa menyaksikannya langsung dan hari ini akhinya berkesempatan untuk menyaksikannya langsung setelah seorang rekan kerja mengajak mengunjungi pantai namun sayang hari ini senja enggan berjodoh, awan masih tak memberi restu. Kami hanya mendapati banyak pasangan yang bertujuan sama, merindukan senja untuk mengakhiri kisah hari ini. Mereka tampak berharap sama sperti kami tetapi apalah daya hari ini tak ada senja karena tertutup awan tebal. Karena gagal berjumpa dengan senja, akhinya kami kembali tanpa gambar indahnya, semoga dilain kesempatan senja boleh bersahabat. Mungkin besok atau lusa. Tunggu saja.

Untuk menggambarkan suasana sore ini, barang kali bisa tergambar dalam sajak petang berikut;

Tunggu Saja
Oleh. Leo Maraya

Senja di Kaimana sore ini enggan menyapa
Meski banyak jiwa yang merindukan
Di beberapa sudut ku lihat mereka
Bermain ponsel sembari menanti

Di ujung barat langit Kaimana
Segumpal awan tampak perkasa
Dengan gagahnya membentangkan diri
Menutup percik cahaya senja

Kabutnya memberiku ilham
Betapa angkuhnya awan sore ini
Puluhan jiwa yang berharap
Harus kembali tanpa jawaban

Lalu otakku berilusi jauh disana
Di ruang sempit yang padat jiwa
Disana pun banyak kabut
Membuat ceria menjadi kusam

Tapi itu bukan salah awan
Besit hatiku yang sedang menerkah
Lalu apa?
Tanya hatiku lagi

Sudahlah
Senja enggan berjodoh sore ini
Mungkin besok atau lusa
Tunggu saja

Kaimana, 8 Februari 2019

Komentar