Kronologi

Ijin melaporkan pada tgl 23 September 2016 pukul 13.30 wita sekitar 50 orang dari Front pemebela Islam (FPI ) yang dpp. Sdr. Arman Rahman (Humas FPI) melakukan aksi unjuk rasa di Gereja Toraja (anggota PGI) Klasis Makassar Jema'at Bunturanu Jl Cendrawasih III No. 7 Kel.  Panambungan Kec. Mariso Mks terkait penolakan renovasi dan penambahan pembangunan  Gereja

Aksi dilakukan dengan orasi secara bergantian didepan pintu gerbang Gereja, serta menempelkan Panflet di pagar Gereja yang bertuliskan :

- Stop Pembangunan Gereja Bunturannu
- Warga menolak arogansi Lurah, Camat utk IMB Aspal.
- Ini area pemukiman,stop pembangunan Gereja tanpa izin warga.
- Gereja ini dibangun tanpa izin warga, kami di zolimi.

Adapun tuntutan intinya :
- Kami warga Kompleks Patompo Menolak dengan keras pembangunan Gereja Bunturannu dengan alasan sbb :

1. Karena tidak sesuai dengan jumlah jemaat yang bermukim di kawasan kompleks Patompo
2. Kami tdk pernah menandatangani persetujuan pembangunan Gereja Bunturannu
3. Gereja Melanggar perjanjian dan kesepakatan yang dibuat pada rapat di kelurahan untuk menghentikan pembangunan karena IMB yang bermasalah
4. Kami merasa di dzolimi  dan tidak di hargai sebagai warga, akibat dari panitia pembangunan yang arogan dan bersikap apatis.

Pukul 13.45 wita massa ditemui oleh Camat Mariso, Bpk Harun Rani, dengan tanggapan yang intinya :

- bahwa Kami dari pihak Tripika akan memediasi dan menjembatani utk penyelesaian masalah ini.
- kami akan bertemu dengan pihak panitia pembangunan Gereja, dan melibatkan semua unsur agar persoalan ini selesai dan masyarakat bisa tenang dan damai.

Pukul 14.05 wita massa membubarkan diri dengan aman.

Catatan :
- dari ket. sdr. ustadz Arman Rahman bahwa Ybs turun melakukan Pergerakan karena adanya dasar laporan warga pada dua hari yang lalu terkait dengan pembangunan Gereja yang dianggap ilegal tanpa dilengkapi dengan IMB dan mengabaikan amdal.

Demikian UMP.

Komentar