Seperti judul yang kita baca di atas “berdamai dengan hati”
. Suatu hari, tidak sengaja saya membaca status bbm (blackberry messenger) teman saya yang sama seperti judul tersebut.
Terkadang saya merenungi arti dari hal itu. Ya, berdamai dengan hati. Seringkali dalam kehidupan kita sehari-hari, kita jumpai masalah yang datang silih berganti menghampiri. Bahkan masalah-masalah tersebut membekas dalam hati kita, dan menimbulkan dendam. Apalagi jika masalah tersebut disebabkan oleh orang lain.
Sakit hati, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkannya. Apapun bentuk yang menyebabkan kita sakit hati, baik melalui pikiran, perkataan, maupun perbuatan orang lain.
“Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.” (Pengkhotbah 7:9)
Sebagai anak-anak Tuhan, itulah yang Tuhan pesankan kepada kita anak-anak-Nya, yaitu untuk tidak cepat marah, apalagi sampai marah itu kita simpan dalam hati.
Tuhan menghendaki kita agar hidup dalam roh, bukan dalam kedagingan. Perbuatan daging pun telah nyata (baca Galatia 5:19-21), dan amarah merupakan salah satunya.
Mungkin ini adalah suatu yang berat bagi kita, terutama ketika kita marah, marah itu membekas dalam hati. Lebih berbahaya lagi bila sakit hati itu kita lampiaskan dengan perkataan ataupun perbuatan yang tentunya dapat mengorbankan orang lain.
Saya ingin membagi pengalaman saya, suatu hari saya pernah merasakan kekecewaan yang berat yang berujung sakit hati. Pokoknya terjadi Kontroferasi hati yang berkepanjangan kata vicky prasetyo. Hehehe. Kecewa dan sakit pada dasarnya itu manusiawi, adalah ungkapan yang sebelumnya pernah saya dengar. Tetapi hidup memelihara sakit hati sama halnya kita merindukan kedamaian tetapi menutup jalan untuk damai itu menghampiri. Kembali ke pengalaman mengenai kekecawaan yang pernah saya alami. Waktu itu tepat pada tanggal 5 Oktober 2010, saya memperoleh sebuah hadiah pahit dari orang yang sangat dekat dengan saya. Saya telah berkorban banyak, saya telah berusaha keras tetapi karena kelalaian dan akal busuk dari si mr.x itu (saya sebut saja mr.x yah krn dilarang sebut label. Hehehe) semua hancur n berakhir dengan vatal. Akibatnya, sejak saat itu saya merasakan sakit hati yang super sakit, sampai membuat saya hidup dalam bayang-bayang sakit hati, marah dan kadang dendam selama bertahun-tahun.
Terbayang bahwa banyaknya pengorbanan dari segi tenaga, pikiran, uang, yang saya curahkan, ternyata tidak berarti apa-apa. Benar-benar suatu yang sangat berat saudara-saudara. Terlintas dalam pikiran saya untuk membalas apa yang telah diperbuatnya.
Untunglah Tuhan memberikan saya pengertian seperti yang terdapat dalam Ibrani 12:14 “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.” Puji Tuhan, sakit hati yang membekas itu tidak berlarut-larut.
Oleh karena itu saudara-saudaraku yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, marilah kita, bila saat ini ada amarah atau pun sakit hati, agar membuangnya jauh-jauh. Tentunya melalui doa dan penyertaan Tuhan agar kita kuat dalam menghadapinya.
“Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu” (Mazmur 119:71)
Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati. Amin
Komentar
Posting Komentar